Minggu, 04 Oktober 2015

TRANSPOT AIR DI DALAM TUBUH TANAMAN

UNIVERSITAS JEMBER
FAKULTAS PERTANIAN
JURUSAN BUDIDAYA PERTANIAN
LABORATORIUM FISIOLOGI TUMBUHAN DASAR

LAPORAN PRAKTIKUM

NAMA                                      : ROBBIE ALFIS SYAHRIAL
NIM                                           : 121510501142
GOL/KELOMPOK                 : D/2
ANGGOTA                           : 1. AYU AMANDA             (121510501138)
                                                  2. MUHAMMAD NAIM    (121510501141)
                                                  3. ALFIAN EKO               (121510501143)
                                                  4. BAHARI T.                     (121510501144)
                                                  5. ARZAKI ARDI S.          (121510501145)
                                                  6. RIO CAFRI N.                (121510501146)
                                                  7. NUR AZIZAH                 (121510501151)
                                                  8. M. SAIFUL ALAM        (121510501152)
                                                  9. MAULIDA N.                 (121510501158)         
JUDUL ACARA                     : TRANSPOT AIR DI DALAM TUBUH TANAMAN
TANGGAL PRAKTIKUM   : 28 MARET 2013
TANGGAL PENYERAHAN         : 31 MARET  2013
ASISTEN                                  : 1. MOH. AMINNUDDIN
                                                     2. ASRI RINA H
                                                     3. FAJAR FIRMANSYAH
                                                     4. FAKHRUSY ZAKARIYYA
                                                     5. KHUSNUL KHOTIMAH
                                                     6. NORMA LAILATUN NIKMAH


BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
            Tumbuhan memerlukan air dan mineral. Air dan mineral ini deserap dari dalam tanah menggunakan akar. Pengambilan zat zat ini dilakukan secara difusi dan osmosis. Difusi merupakan perpindahan molekul atau ion dari daerah berkonsentrasi tinggi ke kosentrasi rendah. Sedangkan osmosis adalah perpindahan air dari larutan berkonsentrasi rendah ke larutan berkonsentrasi tinggi melalui selaput semipermiabel. Osmosis berkaitan denganbeberapa keadaan sel dari dalam tubuh tumbuhan. Berdasarkan jalur yang ditempuh air dan garam mineral yang masuk ke dalam akar, pengangkutan air dan garam mineral dibedakan menjadi simplas dan aplopas.. simplas adalah bergeraknya air dan mineral lewat jalur dalam sel, yaitu sitoplasma seldengan jalan menembus membrane plasma. Sedangkan aplopas adalah bergeraknya air lewat jalur luar sel atau lewat dinding dinding sel.
Pengangkutan air dan hasil fotosintesis dalam tubuh tumbuhan melibatkan osmosis, transport aktif dan difusi fasilitasi. Transport aktif merupakan pengangkutan zat zat menembus membrane impermeable dan melawan gradient konsenrasi oleh sistem pembawa tanpa bantuan ATP. Difusi gerak penyebaran molekul dari daerah konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah. Misal pengambilan oksigen dan pengeluaran karbon dioksida saat pernafasan, penyebaran setetes tinta dalam air. Sedangkan osmosis adalah proses perpindahan air dari daerah yang berkonsentrasi rendah ke daerah yang berkonsentrasi tinggi melalui membrane semipermeabel.  Membrane semipermeabel adalah selaput pemisah yang hanya bias ditembus oleh air dan zat tertentu yang larut di dalamnya.
Transpirasi adalah terlepasnya air dalam bentuk uap air melalui stomata dan kutikula ke udara bebas. Mekanisme transpirasi pada tumbuhan, air diserap kedalam akar secara osmosis melalui xylem. Air dalam pembuluh xylem mengalami tekanan besar karena molekul air polar menyatu dalam kolom berlanjut akibat dari penguapan yang berlangsung di bagian atas. Sebagian ion bergerak melalui simplas dari epidermis akar ke xylem, dan kemudian keatas melalui arus transportasi.

1.2 Tujuan
Untuk mempelajari dan mengetahui peristiwa transport air pada batang tanaman.



BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

            Keseimbangan air dalam tubuh tumbuhan dikendalikan oleh tiga jenis potensial yang secara ilmiah bekerja saling berinteraksi dalam jaringan pada tumbuhan yaitu potensial air total, potensial osmotic, dan potensial tugor. Ketiga potensial ini saling berinteraksi sepanjang hidup. Sel/ jaringan dan mengendalikan berbagai organismedalam tubuh tumbuhan seperti transportasi air, transportasi air, dan pembelahan sel (Naiola, 2008).
Intensitas cahaya yang sangat tinggi pada waktu siang hari akan meningkatan suhu daun tanaman. Peningkatan suhu yang berlebihan dapat menganggu proses metabolism tanaman dan dalam waktu lama dapat menyebabkan daun akan terbakar. Dalam adaptasinya tanaman akan meningkatkan jumlah stomata agar proses transpirasi menjadi optimal. Transpirasi berfungsi untuk menjaga stabilitas suhu daun, menjaga turgiditas sel tumbuhan agar tetap pada kondisi optimal dan mempercepat laju pengangkutan unsure hara melalui pembuluh xylem (Endang, 2008).
Air dalam media tanam akan diserap oleh akar sebagai proses transportasi dalam tubuh tumbuhan. Yang nantinya air akan masuk kedalam daun sebagai proses fotosintesis. Kemudian hasil fotosintesis digunakan tanaman sebagai proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Peranan air bagi tumbuhan, adalah sebagai sumber energy dalam tubuh tumbuhan dan sebagai pelarut zat unsure hara didalam tanah  sehingga tanaman dapat dengan mudah mengambil unsure nunsur hara dalam tanah ( Hendriyani, 2008).
Pengaruh air bagi tanaman, berupa transport hara dari tanah bagi tanaman. Hara yang berada dalam tanah diangkut melalui air yang terserap oleh tanaman melaui osmosis dan difusi yang terjadi. Semakin baik tanaman yang baik terserap olehy tanaman, maka ketersediaan bahan dasar bagi proses fotosintesis akan menjadi semakin baik. Proses fotosintesis yang berlangsung dengan baik, akan menjadi penimbunan kaerbohidrat yang cukup tinggi dan akan mempercepat proses fotosintesis (Suhartono, 2008).
Transportasi zat merupakan proses suatu cara untuk memenuhi kebutuhan materi dan mempertahankan keseimbangan biologi dan juga fisiologi dalam tubuh tumbuhan, transportasi juga berfungsi mengangkut cadangan makanan atau zat cair yang berada dalam tanah yang nantinya akn diedarkan kepada tubuh tumbuhan yang membutuhkan. Transportasi juga dapat mempercepat pengenceran atau merombak unsure hara dalam tanah agar mudah untuk diserap dan di edarkan ke tubuh tumbuhan (Setiawan, 2010).
Patogen menyerang jaringan pengangkutan air sehingga menggangu transportasi airtanaman inang. Akibatnya adalah tanaman akan menjadi layu, menguning, dan kerdil. Jika keadaan memungkinkan tanaman yang diserang tepat pada jalur transportasinya akan mengalami kerusakan system peredaran transportasi makanan pada tumbuhan itu sendiri. Yang nantinya tanaman tersebut mengalami kelayuan (Pracaya, 2008).
Adanya transpirasi yang menyebabkan mengalirnya air dan mieral dari akar dan batang serta tangkai pada dalam tubuh tumbuhan secara terus menerus. Aliran air tersebut akan mengikuti dan membantu proses penyerapan atau arbsorbsi serta transportasi air dan mineral ke dalam tubuh tumbuhan. Oleh karena itu, adanya transportasi sangat berpengaruh terhadap pengangkutan air dan mineral dalam tubuh tumbuhan. Selain itu, transpirasi juga berpengaruh terhadap pengatur suhu dalam tubuh tumbuhan (Lutfi, 2006).
Suhu sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan karena berkaitan dengan aktivitas enzim dan kandungan air dalam tubuh tumbuhan. Semakin tinggi suhu, semakin cepat laju transpirasi pada tumbuhan dan semakin rendah kandungan air pada tumbuhan sehingga proses pertumbuhan akan semakin rendah dan lambat. Karena perlambatan pertumbuhan yang terjadi maka, laju transportasi pada dalam tubuh tumbuhan akan terganggu dan akan terjadi kelayuan atau hal sebagainya. Karena laju transpirasi pada tumbuhan sangat penting bagi tumbuhan, dan laju transpirasi adalah sebagai pengangkut zat zat makanan bagi tumbuhan (Oman, 2006).
            Laju transportasi pada tanaman S.molesta sangat rendah karena tanaman S.molesta hidup pada kondisi unsure hara yang sangat rendah. Laju transpirasi yang terjadi akibat dari unsure hara yang rendah akan terhambat dan akan berdampak pada tubuh tanaman yang mengalami transpirasi yang sangat lambat. Karena akibat dari laju transpirasi sangat lambat organ organ pada tumbuhan akan menjadi kurang asupan makanan dan nantinya akan mengakibatkan kelayuan (Sandy, 2008).


BAB 3. METODOLOGI

3.1 Waktu dan Tempat
Praktikum Agrobiologi dengan acara Transpot air di dalam tubuh tanaman dilaksanakan mulai tanggal 28 Maret 2013 jam 12.00 – 13.30 WIB. Bertempat di Laboraturium Fisiologi Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Negeri Jember.

3.2 Alat dan Bahan
3.2.1 Alat
1. Timbangan analitik ketelitian 0,01 g
2. Botol kaca
3. Pisau tajam
4. Penggaris

3.2.2 Bahan
1. Tanaman pacar air (impatien balsemia)
2. Eosin (Indikator pewarna merah)
3. Air
4. Parafin padat (malam)

3.3 Cara kerja
1. Menyiapkan batang tumbuhan pacar air sepanjang 20 cm dan membiarkannya organ-organ seperti daun dan bunga.
2. Memotong miring pangkal pucuk batang tanaman pacar air dalam air dengan pisau tajam dan memasukan segera potongan tanaman tersebut pada botol yang berisi air dan eosin. Member jarak ± 2 cm pada pangkal bawah batang dari dasar botol.
3. Memberi parafin padat pada tutup botol untuk menghindari kemungkinan terjadinya penguapan. Pengamatan dilakukan 45 menit sekali, dengan cara menimbang botol beserta pelengkapannya dan mencatatnya serta mengamati perubahan warna pada batang tanaman akibat pemberian eosin. Mengulangi pengukuran sebanyak 2 kali (2 x 45 menit).


BAB 4. HASIL DAN PEMBAHSAN

4.1 Hasil
Kelompok
Perlakuan
Berat awal
Berat akhir
1
Di kupir
599,5 gram
597,4 gram
2
Tidak di kupir
576,4 gram
575,4 gram
3
Di kupir
547,6 gram
535, 4 gram
4
Tidak di kupir
591,3 gram
576,7 gram

4.2 Pembahasan
                Dalam tubuh tanaman,  peranan air bagi tumbuhan, adalah sebagai sumber energy dalam tubuh tumbuhan dan sebagai pelarut zat unsure hara didalam tanah  sehingga tanaman dapat dengan mudah mengambil unsure nunsur hara dalam tanah ( Hendriyani, 2008). Air juga berguna sebagai pembawa mineral dalam tanah yang di serap oleh akar kemudian di edarkan menuju seluruh bagian tubuh tanaman, sebagai bahan pembentuk protoplasma dalam tubuh tanaman, sebagai tempat reaksi metabolic, sebagai bahan fotosintesis dan hasil dari respirasi dan sebagai penjaga suhu tanaman.
Transpirasi adalah terlepasnya air dalam bentuk uap air melalui stomata dan kutikula ke udara bebas. Air yang di serap oleh tanaman di gunakan sebagai pembentuk jaringan tanaman. Pada proses transpirasi melibatkan juga proses transport air karena Air yang berda dalam tanah diserap oleh akar dan disebarkan ke batang dan daun. Pengangkutan air ini terjadi melalui proses kapilaritas. Jaringan yang bertugas mengangkut air ini adalah xylem. Jaringan ini berfungsi sebgai pipa kapiler. Dari penyerapan air tersebut tanaman melakukan transpirasi, jika tidak terjadi pengangkutan air ke seluruh tubuh tanaman maka tidak akan terjadi transpirasi karena tidak ada air yang dapat di lepas ke udara akibat penguapan.
             Dalam proses transpirasi pada tubuh tanaman di pengaruhi oleh 2 faktor yaitu faktor dari dalam tan­­­­­aman itu sendiri (internal) dan faktor dari luar ( eksternal). Faktor dalam yang mempengaruhi transpirasi antara lain ukuran dau, tebal daun, jumlah stomata, ada tidaknya lapisan lilim pada pada permukaan daun, dan banyak sedikitnya bulu-bulu (trikoma) pada permukaan daun.  Faktor dalam yang mempengaruhi transpirasi yaitu sinar matahari, suhu, angin dan keadaan air dalam tanah. Sinar matahari mempengaruhi transpirasi tanaman karena menyebabkan stomata pada tanaman terbuka dan menutup. Stomata berperan aktif pada intensitas sinar matahari yang tinggi. Sehingga saat tanaman terkena sinar matahari maka proses transpirasinya akan semakin cepat karena stomata merupakan tempat terjadinya transpirasi. Suhu berpengaruh terhadap pertumbuhan karena berkaitan dengan aktivitas enzim dan kandungan air dalam tubuh tumbuhan. Semakin tinggi suhu, semakin cepat laju transpirasi pada tumbuhan dan semakin rendah kandungan air pada tumbuhan sehingga proses pertumbuhan akan semakin rendah dan lambat. Karena perlambatan pertumbuhan yang terjadi maka, laju transportasi pada dalam tubuh tumbuhan akan terganggu dan akan terjadi kelayuan atau hal sebagainya. Keadaan air dalam tanah dapat mempengaruhi proses transpirasi karena air dalam tanah adalah satu-satunya bahan tanaman untuk melakukan pertumbuhan dan perkembangan jika terjadi kekurangan air dalam tanah maka dapat mempengaruhi proses transpirasi yang terjadi dalam tubuh tanaman.
            Dalam proses pengangkutan air dalam tubuh tanaman melibatkan xylem dan floem yang terdapat dalam tubuh tanaman. Xylem merupakan suatu komponen jaringan pengangkut yang mempunyai dua fungsi utama. Dimana fungsi tersebut adalah mengangkut air serta garam-garam mineral dari akar ke semua anggota tumbuhan dan juga menjadi penyokong/kekuatan mekanis untuk tumbuhan.penyangga tanaman dan sebagai alat pengangkut air dari dalam tanah untuk di bawa kedaun sebagai salah satu bahan fotosintesis. Pada xylem terdapat rongga-rongga kosong yang berfungsi sebagai tempat mengangkut air kepermukaan tanaman. Floem berfungsi sebagai pengangkut zat yang telah mengalami proses fotosintesis yang kemudian di sebarkan keseluruh tubuh bagian tanaman.
Dari data hasil praktikum dapat di ketahui bahwa terjadi pengurangan berat pada masing-masing perlakuan. Hal ini menunjukkan bahwa tanaman mengalami transpirasi sehingga beratnya berkurang., pada perlakuan tidak di kupir mengalami penurunan berat rata-rata sebesar 7,8 gram, sedangkan Pada perlakuan di tidak di kupir mengalami penurunan berat rata- rata sebesar 7,15 gram.  Dari hasil tersebut dapat di ketahui bahwa daun juga mempengaruhi proses transpirasi pada tanaman. Dengan tidak adanya atau menutupnya stomata pada daun dapat memperkecil proses transpirasi yang terjadi pada tanaman.


BAB 5. KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
Pada praktikum transpot air di dalam tubuh tanaman dapat disimpulkan bahwa air dan zat-zat yang terlarut dalam air diangkut oleh  tumbuhan melalui xilem. Dan pada tumbuhan terdapat ada dua macam pembuluh , yaitu pembuluh kulit kayu atau disebut juga pembuluh tapis (floem) dan pembuluh kayu (xilem). Fungsi jaringan pembuluh adalah Transport air dan materi organik ke seluruh bagian tumbuhan dan Melakukan transport jarak jauh antara akar dan taruk.

5.2 Saran
Pada praktikum transpot air di dalam tubuh tanaman ini, sebaiknya praktikan harus lebih berhati-hati dengan alat-alat laboraturium saat digunakan, dan praktikan harus lebih teliti pada saat menimbang dan pada saat menentukan hasil.


DAFTAR PUSTAKA

Anggarwulan, Endang. 2008. “Karakter Fisiologi Kimpul (Xanthosoma sagittifolium (L.) Schott) pada Variasi Naungan dan Ketersediaan Air”. Biodiversitas, 9(4) : 264 – 265.

Hendriyani, I.S. 2008.”Kandungan Klorofil dan Pertumbuhan Kacang Panjang (Vigna sinensis) Pada Tingkat Penyediaan Air Yang Berbeda”. Kandungan Klorofil, 9(2) : 149 – 150.

Karmana, Oman. 2006. Biologi. Bandung : Grafindo.

Lutfi. 2006. IPA Terpadu SMP dan MTs. Bandung : ESIS.

Naiola, B.2008.”Akumulasi Solut Dan Regulasi Osmotik Dalam Sel Tumbuhan Pada Kondisi Stres Air”. Berita biologi, 7(6) : 333 – 334.

Pracaya. 2008. Hama dan Penyakit Tanaman. Jakarta : Penebar Swadaya.

Sandy, N.J. 2008. Profil Protein Tanaman Kiambang (Salvinia molesta) Yang Dikulturkan Pada Media Modifikasi Air Lumpur Sidoarjo. Pembiakan Tanaman, 6(2) : 1 – 4.

Setawan. 2010. Kisi-kisi biologi SMA. Bandung : Grafindo.

Suhartono. 2008.”Pengaruh Interval Pemberian Air Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kedelai (Glicine Max (l) Merril) Pada Berbagai Jenis Tanah. Embryo 5(1) : 98 – 108.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar