UNIVERSITAS JEMBER
FAKULTAS PERTANIAN
JURUSAN BUDIDAYA PERTANIAN
LABORATORIUM FISIOLOGI TUMBUHAN DASAR
LAPORAN PRAKTIKUM
NAMA : ROBBIE
ALFIS SYAHRIAL
NIM :
121510501142
GOL/KELOMPOK : D/2
ANGGOTA : 1. AYU AMANDA (121510501138)
2. MUHAMMAD NAIM (121510501141)
3. ALFIAN EKO
(121510501143)
4. BAHARI T. (121510501144)
5. ARZAKI ARDI S. (121510501145)
6. RIO CAFRI N. (121510501146)
7. NUR AZIZAH (121510501151)
8. M. SAIFUL ALAM (121510501152)
9. MAULIDA N. (121510501158)
JUDUL ACARA : TRANSPOT AIR DI DALAM TUBUH TANAMAN
TANGGAL
PRAKTIKUM : 28 MARET 2013
TANGGAL
PENYERAHAN : 31 MARET 2013
ASISTEN : 1. MOH. AMINNUDDIN
2. ASRI RINA H
3. FAJAR FIRMANSYAH
4. FAKHRUSY ZAKARIYYA
5. KHUSNUL KHOTIMAH
6. NORMA LAILATUN NIKMAH
BAB
1. PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Tumbuhan memerlukan air dan mineral.
Air dan mineral ini deserap dari dalam tanah menggunakan akar. Pengambilan zat
zat ini dilakukan secara difusi dan osmosis. Difusi merupakan perpindahan
molekul atau ion dari daerah berkonsentrasi tinggi ke kosentrasi rendah.
Sedangkan osmosis adalah perpindahan air dari larutan berkonsentrasi rendah ke
larutan berkonsentrasi tinggi melalui selaput semipermiabel. Osmosis berkaitan
denganbeberapa keadaan sel dari dalam tubuh tumbuhan. Berdasarkan jalur yang
ditempuh air dan garam mineral yang masuk ke dalam akar, pengangkutan air dan
garam mineral dibedakan menjadi simplas dan aplopas.. simplas adalah
bergeraknya air dan mineral lewat jalur dalam sel, yaitu sitoplasma seldengan
jalan menembus membrane plasma. Sedangkan aplopas adalah bergeraknya air lewat
jalur luar sel atau lewat dinding dinding sel.
Pengangkutan
air dan hasil fotosintesis dalam tubuh tumbuhan melibatkan osmosis, transport
aktif dan difusi fasilitasi. Transport aktif merupakan pengangkutan zat zat
menembus membrane impermeable dan melawan gradient konsenrasi oleh sistem
pembawa tanpa bantuan ATP. Difusi gerak penyebaran molekul dari daerah
konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah. Misal pengambilan oksigen dan
pengeluaran karbon dioksida saat pernafasan, penyebaran setetes tinta dalam
air. Sedangkan osmosis adalah proses perpindahan air dari daerah yang
berkonsentrasi rendah ke daerah yang berkonsentrasi tinggi melalui membrane
semipermeabel. Membrane semipermeabel
adalah selaput pemisah yang hanya bias ditembus oleh air dan zat tertentu yang
larut di dalamnya.
Transpirasi
adalah terlepasnya air dalam bentuk uap air melalui stomata dan kutikula ke
udara bebas. Mekanisme transpirasi pada tumbuhan, air diserap kedalam akar
secara osmosis melalui xylem. Air dalam pembuluh xylem mengalami tekanan besar
karena molekul air polar menyatu dalam kolom berlanjut akibat dari penguapan
yang berlangsung di bagian atas. Sebagian ion bergerak melalui simplas dari
epidermis akar ke xylem, dan kemudian keatas melalui arus transportasi.
1.2
Tujuan
Untuk
mempelajari dan mengetahui peristiwa transport air pada batang tanaman.
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA
Keseimbangan
air dalam tubuh tumbuhan dikendalikan oleh tiga jenis potensial yang secara
ilmiah bekerja saling berinteraksi dalam jaringan pada tumbuhan yaitu potensial
air total, potensial osmotic, dan potensial tugor. Ketiga potensial ini saling
berinteraksi sepanjang hidup. Sel/ jaringan dan mengendalikan berbagai
organismedalam tubuh tumbuhan seperti transportasi air, transportasi air, dan
pembelahan sel (Naiola, 2008).
Intensitas
cahaya yang sangat tinggi pada waktu siang hari akan meningkatan suhu daun
tanaman. Peningkatan suhu yang berlebihan dapat menganggu proses metabolism
tanaman dan dalam waktu lama dapat menyebabkan daun akan terbakar. Dalam
adaptasinya tanaman akan meningkatkan jumlah stomata agar proses transpirasi menjadi
optimal. Transpirasi berfungsi untuk menjaga stabilitas suhu daun, menjaga
turgiditas sel tumbuhan agar tetap pada kondisi optimal dan mempercepat laju
pengangkutan unsure hara melalui pembuluh xylem (Endang, 2008).
Air
dalam media tanam akan diserap oleh akar sebagai proses transportasi dalam
tubuh tumbuhan. Yang nantinya air akan masuk kedalam daun sebagai proses
fotosintesis. Kemudian hasil fotosintesis digunakan tanaman sebagai proses
pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Peranan air bagi tumbuhan, adalah sebagai
sumber energy dalam tubuh tumbuhan dan sebagai pelarut zat unsure hara didalam
tanah sehingga tanaman dapat dengan
mudah mengambil unsure nunsur hara dalam tanah ( Hendriyani, 2008).
Pengaruh
air bagi tanaman, berupa transport hara dari tanah bagi tanaman. Hara yang
berada dalam tanah diangkut melalui air yang terserap oleh tanaman melaui
osmosis dan difusi yang terjadi. Semakin baik tanaman yang baik terserap olehy
tanaman, maka ketersediaan bahan dasar bagi proses fotosintesis akan menjadi
semakin baik. Proses fotosintesis yang berlangsung dengan baik, akan menjadi
penimbunan kaerbohidrat yang cukup tinggi dan akan mempercepat proses
fotosintesis (Suhartono, 2008).
Transportasi
zat merupakan proses suatu cara untuk memenuhi kebutuhan materi dan
mempertahankan keseimbangan biologi dan juga fisiologi dalam tubuh tumbuhan,
transportasi juga berfungsi mengangkut cadangan makanan atau zat cair yang
berada dalam tanah yang nantinya akn diedarkan kepada tubuh tumbuhan yang
membutuhkan. Transportasi juga dapat mempercepat pengenceran atau merombak
unsure hara dalam tanah agar mudah untuk diserap dan di edarkan ke tubuh
tumbuhan (Setiawan, 2010).
Patogen
menyerang jaringan pengangkutan air sehingga menggangu transportasi airtanaman
inang. Akibatnya adalah tanaman akan menjadi layu, menguning, dan kerdil. Jika
keadaan memungkinkan tanaman yang diserang tepat pada jalur transportasinya
akan mengalami kerusakan system peredaran transportasi makanan pada tumbuhan
itu sendiri. Yang nantinya tanaman tersebut mengalami kelayuan (Pracaya, 2008).
Adanya
transpirasi yang menyebabkan mengalirnya air dan mieral dari akar dan batang
serta tangkai pada dalam tubuh tumbuhan secara terus menerus. Aliran air
tersebut akan mengikuti dan membantu proses penyerapan atau arbsorbsi serta
transportasi air dan mineral ke dalam tubuh tumbuhan. Oleh karena itu, adanya
transportasi sangat berpengaruh terhadap pengangkutan air dan mineral dalam
tubuh tumbuhan. Selain itu, transpirasi juga berpengaruh terhadap pengatur suhu
dalam tubuh tumbuhan (Lutfi, 2006).
Suhu
sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan karena berkaitan dengan aktivitas enzim
dan kandungan air dalam tubuh tumbuhan. Semakin tinggi suhu, semakin cepat laju
transpirasi pada tumbuhan dan semakin rendah kandungan air pada tumbuhan
sehingga proses pertumbuhan akan semakin rendah dan lambat. Karena perlambatan
pertumbuhan yang terjadi maka, laju transportasi pada dalam tubuh tumbuhan akan
terganggu dan akan terjadi kelayuan atau hal sebagainya. Karena laju
transpirasi pada tumbuhan sangat penting bagi tumbuhan, dan laju transpirasi
adalah sebagai pengangkut zat zat makanan bagi tumbuhan (Oman, 2006).
Laju
transportasi pada tanaman S.molesta sangat rendah karena tanaman S.molesta
hidup pada kondisi unsure hara yang sangat rendah. Laju transpirasi yang
terjadi akibat dari unsure hara yang rendah akan terhambat dan akan berdampak
pada tubuh tanaman yang mengalami transpirasi yang sangat lambat. Karena akibat
dari laju transpirasi sangat lambat organ organ pada tumbuhan akan menjadi
kurang asupan makanan dan nantinya akan mengakibatkan kelayuan (Sandy, 2008).
BAB
3. METODOLOGI
3.1
Waktu dan Tempat
Praktikum
Agrobiologi dengan acara Transpot air di dalam tubuh tanaman dilaksanakan mulai
tanggal 28 Maret 2013 jam 12.00
– 13.30 WIB. Bertempat di
Laboraturium Fisiologi Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Negeri Jember.
3.2
Alat dan Bahan
3.2.1 Alat
1. Timbangan analitik ketelitian
0,01 g
2. Botol kaca
3. Pisau tajam
4. Penggaris
3.2.2 Bahan
1. Tanaman pacar air (impatien balsemia)
2. Eosin (Indikator pewarna merah)
3. Air
4. Parafin padat (malam)
3.3
Cara kerja
1. Menyiapkan batang tumbuhan pacar air
sepanjang 20 cm dan membiarkannya organ-organ seperti daun dan bunga.
2. Memotong miring pangkal pucuk batang
tanaman pacar air dalam air dengan pisau tajam dan memasukan segera potongan
tanaman tersebut pada botol yang berisi air dan eosin. Member jarak ± 2 cm pada
pangkal bawah batang dari dasar botol.
3. Memberi parafin padat pada tutup
botol untuk menghindari kemungkinan terjadinya penguapan. Pengamatan dilakukan
45 menit sekali, dengan cara menimbang botol beserta pelengkapannya dan
mencatatnya serta mengamati perubahan warna pada batang tanaman akibat
pemberian eosin. Mengulangi pengukuran sebanyak 2 kali (2 x 45 menit).
BAB 4. HASIL DAN PEMBAHSAN
4.1 Hasil
|
Kelompok
|
Perlakuan
|
Berat
awal
|
Berat
akhir
|
|
1
|
Di kupir
|
599,5 gram
|
597,4 gram
|
|
2
|
Tidak di kupir
|
576,4 gram
|
575,4 gram
|
|
3
|
Di kupir
|
547,6 gram
|
535, 4 gram
|
|
4
|
Tidak di kupir
|
591,3 gram
|
576,7 gram
|
4.2 Pembahasan
Dalam
tubuh tanaman, peranan air bagi
tumbuhan, adalah sebagai sumber energy dalam tubuh tumbuhan dan sebagai pelarut
zat unsure hara didalam tanah sehingga
tanaman dapat dengan mudah mengambil unsure nunsur hara dalam tanah (
Hendriyani, 2008). Air juga berguna sebagai
pembawa mineral dalam tanah yang di serap oleh akar kemudian di edarkan menuju seluruh bagian tubuh
tanaman, sebagai bahan pembentuk protoplasma dalam tubuh tanaman, sebagai
tempat reaksi metabolic, sebagai bahan fotosintesis dan hasil dari respirasi dan sebagai penjaga suhu tanaman.
Transpirasi
adalah terlepasnya air dalam bentuk uap air melalui stomata dan kutikula ke
udara bebas. Air
yang di serap oleh tanaman di gunakan sebagai pembentuk jaringan tanaman. Pada proses transpirasi
melibatkan juga proses transport air karena Air yang berda dalam tanah diserap oleh
akar dan disebarkan ke batang dan daun. Pengangkutan air ini terjadi melalui
proses kapilaritas. Jaringan yang bertugas mengangkut air ini adalah xylem.
Jaringan ini berfungsi sebgai pipa kapiler. Dari penyerapan air tersebut
tanaman melakukan transpirasi, jika tidak terjadi pengangkutan air ke seluruh
tubuh tanaman maka tidak akan terjadi transpirasi karena tidak ada air yang
dapat di lepas ke udara akibat penguapan.
Dalam proses transpirasi pada tubuh tanaman di
pengaruhi oleh 2 faktor yaitu faktor dari dalam tanaman itu sendiri
(internal) dan faktor dari luar ( eksternal). Faktor dalam yang mempengaruhi transpirasi antara lain ukuran
dau, tebal daun, jumlah stomata, ada tidaknya lapisan lilim pada pada permukaan
daun, dan banyak sedikitnya bulu-bulu (trikoma) pada permukaan daun. Faktor dalam
yang mempengaruhi transpirasi yaitu sinar matahari, suhu, angin dan keadaan air
dalam tanah. Sinar matahari mempengaruhi transpirasi tanaman karena menyebabkan
stomata pada tanaman terbuka dan menutup. Stomata berperan aktif pada
intensitas sinar matahari yang tinggi. Sehingga saat tanaman terkena sinar
matahari maka proses transpirasinya akan semakin cepat karena stomata merupakan
tempat terjadinya transpirasi. Suhu
berpengaruh terhadap pertumbuhan karena berkaitan dengan aktivitas enzim dan
kandungan air dalam tubuh tumbuhan. Semakin tinggi suhu, semakin cepat laju
transpirasi pada tumbuhan dan semakin rendah kandungan air pada tumbuhan
sehingga proses pertumbuhan akan semakin rendah dan lambat. Karena perlambatan
pertumbuhan yang terjadi maka, laju transportasi pada dalam tubuh tumbuhan akan
terganggu dan akan terjadi kelayuan atau hal sebagainya. Keadaan air dalam
tanah dapat mempengaruhi proses
transpirasi karena air dalam tanah adalah
satu-satunya bahan tanaman untuk melakukan pertumbuhan dan perkembangan jika
terjadi kekurangan air dalam tanah maka dapat mempengaruhi proses transpirasi
yang terjadi dalam tubuh tanaman.
Dalam proses pengangkutan air dalam
tubuh tanaman melibatkan xylem dan floem yang terdapat dalam tubuh tanaman.
Xylem merupakan suatu
komponen jaringan pengangkut yang mempunyai dua fungsi utama. Dimana fungsi
tersebut adalah mengangkut air serta garam-garam mineral dari akar ke semua
anggota tumbuhan dan juga menjadi penyokong/kekuatan mekanis untuk tumbuhan.penyangga
tanaman dan sebagai alat pengangkut air dari dalam tanah untuk di bawa kedaun
sebagai salah satu bahan fotosintesis. Pada xylem terdapat rongga-rongga kosong
yang berfungsi sebagai tempat mengangkut air kepermukaan tanaman. Floem
berfungsi sebagai pengangkut zat yang telah mengalami proses fotosintesis yang
kemudian di sebarkan keseluruh tubuh bagian tanaman.
Dari
data hasil praktikum dapat di ketahui bahwa terjadi pengurangan berat pada
masing-masing perlakuan. Hal ini menunjukkan bahwa tanaman mengalami
transpirasi sehingga beratnya berkurang., pada perlakuan tidak di kupir
mengalami penurunan berat rata-rata sebesar 7,8 gram, sedangkan Pada perlakuan
di tidak di kupir mengalami
penurunan berat rata- rata sebesar 7,15 gram. Dari hasil tersebut dapat di ketahui bahwa
daun juga mempengaruhi proses transpirasi pada tanaman. Dengan tidak adanya
atau menutupnya stomata pada daun dapat memperkecil proses transpirasi yang
terjadi pada tanaman.
BAB 5. KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Pada praktikum transpot air di dalam tubuh tanaman dapat
disimpulkan bahwa air dan zat-zat yang terlarut dalam
air diangkut oleh tumbuhan melalui
xilem. Dan pada tumbuhan terdapat ada dua macam
pembuluh , yaitu pembuluh kulit kayu atau disebut juga pembuluh tapis (floem)
dan pembuluh kayu (xilem). Fungsi jaringan pembuluh adalah Transport air dan
materi organik ke seluruh bagian tumbuhan dan Melakukan transport jarak jauh
antara akar dan taruk.
5.2 Saran
Pada
praktikum transpot air di dalam tubuh
tanaman ini, sebaiknya praktikan harus lebih
berhati-hati dengan alat-alat laboraturium saat digunakan, dan praktikan harus
lebih teliti pada saat menimbang dan
pada saat menentukan hasil.
DAFTAR PUSTAKA
Anggarwulan,
Endang. 2008. “Karakter Fisiologi Kimpul (Xanthosoma
sagittifolium (L.) Schott) pada Variasi Naungan dan Ketersediaan Air”. Biodiversitas, 9(4) : 264 – 265.
Hendriyani,
I.S. 2008.”Kandungan Klorofil dan Pertumbuhan Kacang Panjang (Vigna sinensis) Pada Tingkat Penyediaan
Air Yang Berbeda”. Kandungan Klorofil, 9(2)
: 149 – 150.
Karmana,
Oman. 2006. Biologi. Bandung :
Grafindo.
Lutfi.
2006. IPA Terpadu SMP dan MTs. Bandung
: ESIS.
Naiola,
B.2008.”Akumulasi Solut Dan Regulasi Osmotik Dalam Sel Tumbuhan Pada Kondisi
Stres Air”. Berita biologi, 7(6) :
333 – 334.
Pracaya.
2008. Hama dan Penyakit Tanaman.
Jakarta : Penebar Swadaya.
Sandy,
N.J. 2008. Profil Protein Tanaman Kiambang (Salvinia
molesta) Yang Dikulturkan Pada Media Modifikasi Air Lumpur Sidoarjo. Pembiakan Tanaman, 6(2) : 1 – 4.
Setawan.
2010. Kisi-kisi biologi SMA. Bandung
: Grafindo.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar