UNIVERSITAS JEMBER
FAKULTAS PERTANIAN
JURUSAN BUDIDAYA PERTANIAN
LABORATORIUM FISIOLOGI TUMBUHAN DASAR
LAPORAN PRAKTIKUM
NAMA : ROBBIE
ALFIS SYAHRIAL
NIM :
121510501142
GOL/KELOMPOK : D/2
ANGGOTA : 1. AYU AMANDA (121510501138)
2. MUHAMMAD NAIM (121510501141)
3. ALFIAN EKO
(121510501143)
4. BAHARI T. (121510501144)
5. ARZAKI ARDI S. (121510501145)
6. RIO CAFRI N. (121510501146)
7. NUR AZIZAH (121510501151)
8. M. SAIFUL ALAM (121510501152)
9. MAULIDA N. (121510501158)
JUDUL ACARA : PENGARUH
KUALITAS CAHAYA TERHADAP KECEPATAN FOTOSINTESIS
TANGGAL
PRAKTIKUM : 7 MARET 2013
TANGGAL
PENYERAHAN : 9 MARET 2013
ASISTEN : 1. MOH.
AMINNUDDIN
2. ASRI RINA H
3. FAJAR FIRMANSYAH
4. FAKHRUSY ZAKARIYYA
5. KHUSNUL KHOTIMAH
6. NORMA LAILATUN NIKMAH
BAB
1. PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Fotosintesis
adalah proses pembentukan zat makanan pada tumbuhan yang menggunakan zat hara,
air dan karbondioksida dengan bantuan sinar matahari. Fotosintesis merupakan proses yang sangat penting bagi
langsungnya kehidupan bumi ini, jauh-jauh Arrhenius mengatakan, bahwa dunia
kejatuhan renik-renik luar angkasa, terinfeksi dan kemudian berkembang biak.
Sampai di mana kebenarannya tentunya masih disangsikan. Bahwa kehidupan telah
lama bereksistensi di dunia, Mille, Urey dan Celvin dapat menerang kan dalam
hasil eksperimennya, bahwa ciri-ciri kehidupan berasal hasil reaksi yang ada di
lingkungan atmosfer metana, hidrogen, amoniak dan air di bawah pengaruh
pancaran-pancaran cahaya.
Fotosintesis sangat
penting bagi kehidupan. Selain menghasilkan zat makanan pada tumbuhan, proses
ini juga mengahasilkan oksigen yang dibutuhkan bagi pernafasan manusia. Proses
fotosintesis terjadi pada daun tumbuhan. Proses fotosintesis ini tidak
berlangsung pada semua sel tetapi hanya pada sel yang mengandung pigmen
fotosintetik. Disamping itu proses fotosintesis juga dipengaruhi oleh kemampuan
daun menyerap spektrum cahaya, perbedaan ini disebabkan oleh adanya perbedaan pigmen
pada jaringan daun. Kloroplas adalah salah satu pigmen fotosintetik yang
berperan penting dalam proses fotosintesis dengan menyerap energi matahari.
Kloroplas adalah zat
hijau daun yang terdapat pada semua tumbuhan yang berwarna hijau. Di dalam
kloroplas terdapat klorofil. Pigmen fotosintesis ini terdapat pada membran
tilakoid. Pengubahan energi cahaya menjadi energi kimia berlangsung dalam
tilakoid dengan produk akhir berupa glukosa yang dibentuk di dalam
stroma.Klorofil sendiri sebenarnya hanya merupakan sebagian dari perangkat
dalam fotosintesis yang dikenal sebagai fotosistem.
Fotosintetis merupakan suatu
rentetan poses yang terintegrasi dan kompleks, yang secara singkat dapat
ditulis dengan persamaan reaksi kimia sebagai berikut :
12 H2O + 6CO2 + Energi cahaya matahari dan
klorofil è C6H12O6
+ 6H2O + 6O2
Urutan fotosintesa melalui fase terang dan fase gelap
sebagai berikut :
Reaksi Terang
2H2O + 2NADP è 2NADPH + O2
Berlangsung di dalam membran tilakoid di grana. Grana
adalah struktur bentukan membran tilakoid yang terbentuk dalam stroma, yaitu
salah satu ruangan dalam kloroplas. Di dalam grana terdapat klorofil, yaitu pigmen yang
berperan dalam fotosintesis. Reaksi terang di sebut juga fotolisis karena
proses penyerapan energi cahaya dan penguraian molekul air menjadi oksigen dan
hidrogen. Kemudian dilanjutkan pada fasegelap.
Reaksi Gelap
2NADP2 + CO2 è 2NADP + CH2O
+ O2 + H2O
Berlangsung di dalam stroma. Reaksi yang membentuk
gula dari bahan dasar CO2 yang diperoleh dari udara dan energi
yang diperoleh dari reaksi terang.
Tidak membutuhkan cahaya matahari, tetapi tidak dapat
berlangsung jika belum terjadi siklus terang karena energi yang dipakai berasal
dari reaksi terang.
Jika ditinjau lebih lanjut reaksi-reaksi
tersebut, maka reaksi pertama fotosintesis adalah akibat pengaruh cahaya
matahari yang dikenalkan sebagai reaksi terang atau fase terang, sedangkan
reaksi kedua di mana terbentuk flukosa dalam tumbuhan dari karbondioksida
dikenalnya sebagai reaksi gelap atau fase gelap. Proses fotosintesis terdapat
pada organisme yang cukup luas dalam prokaryotis maupun eukaryotis.
1.2 Tujuan
Tujuan dalam praktikum ini adalah untuk
mengetahui pengaruh kualitas cahaya terhadap kecepatan fotosintesis tanaman
dengan indikator produksi oksigen tiap satuan waktu.
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA
Fotosintesis atau disebut juga asimilasi karbon
dioksida dalam tumbuhan hijau merupakan suatu peristiwa yang sangat penting
dalam pertumbuhan dan perkembangan fitokimia. Pembentukan zat zat organik yang
terjadi akibat fotosintesis merupakan suatu keharusan mutlak bagi kehidupan
organisme yang tidak dapat melakukan fotosintesis. Langsung maupun tidak
langsung dapat mempengaruhi kehidupan di bumi. Peristiwa fotosintesis ini hanya
dapat terjadi pada bagian yang hijau dan prosesnya tergantung pada intensitas
cahaya matahari. Di dalam proses fotosintesis terjadi 2 tahap reaksi yaitu
reaksi terang dan reaksi gelap (Kurnia,2008).
Fotosintesis atau asimilasi karbon merupakan proses
konservasi energy cahaya menjadi energy kimia. Daun merupakan organ utama dalam
tubuh tumbuhan sebagai tempat berlangsungnya proses fotosintesis. Pada
kloroplas terjadi transformasi energy, yaitu energy cahaya (foton) sebagai
energy kinetic menjadi energy kimia sebagai energy potensial berupa ikatan
senyawa organic pada glukosa. Dengan bantuan enzim enzim, fotosintesis dapat
berlangsung dengan cepat dan efisien. Fotosintesis berperan penting bagi
kehidupan organism karena menyediakan oksigen yang diperukan oleh organism
untuk proses pernafasan. Laju proses fotosintesis dipengaruhi oleh faktor dalam
dan faktor luar. Faktor dalam yang mempengaruhi fotosintesis yaitu keadaan
struktur daun yang memungkinkan resistensi terhadap karbon dioksida dari
atmosfer terhadap kloroplas. Faktor luar yang mempengaruhi laju fotosintesis
adalah konsentrasi karbon dioksida, intensitas cahaya, ais dan suhu serta unsur
unsur hara (setiowati, 2008).
Fotosintesis yaitu proses pembentukan senyawa organik
dari bahan anorganik yang berlangsung dalam tubuh tumbuhan berklorofil. Proses
fotosintesis ini menggunakan sumber energy dari cahaya matahari. Selain itu,
fotosintesis melalui tahapan tahapan, yaitu reaksi terang dan reaksi gelap yang
berlangsung di stroma dan grana pada kloroplas. Cahaya matahari mengandung
spektrum warna yaitu merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu. Masing
masing warna memiliki panjang gelombvang yang berbeda. Dan tidak semua pada
cahaya tersebut dipakai pada proses fotosintesis. Klorofil merupakan fluoresen
artinya dapat menerima sinar cahaya dan mengembalikannya dalam bentuk gelombang
yang berlainan (Gunawan, 2010).
Sumber energi alami yang digunakan dalam fotosintesis
adalah cahaya matahari. Cahaya Matahari memiliki berbagai spektrum warna yang
memiliki panjang gelombang yang berbeda. Proses Fotosintesis melibatkan pigmen
fotosintesis. Tanpa pigmen fotosintesis, tumbuhan tidak mampu melaksanakan
fotosintesis. Secara umum, fotosintesis terjadi dalam kloroplas. Pada tubuh
tumbuhan, fotosintesis dapat terjadi pada organ batang pada daun yang
mengandung kloroplas dan terkena radiasi matahari (oman, 2008).
Energi cahaya diubah menjadi energy kimia oleh pigmen
fotosintesis yang terdapat pada membrane interna atau tilakoid. Pigmen
fotosintesis yang utama ialah klorofil dan karotenoid. Klorofil a dan klorofil
b menunjukan arbsorsbsi yang sangat kuat untuk panjang gelombang ungu dan biru,
jingga dan merah (lembayung) dan menunjukan arbsorpsi yang sangat kurang untuk
panjang gelombang hijau dan kuning hijau. Klorofil disintesis di daun dan
berperan untuk menangkap cahaya matahari yang jumlahnya berbeda untuk tiap
spesies. Sintesis klorofil dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti cahaya,
gula dan karbohidrat, air, temperatur, faktor genetic, unsur hara N, Mg, Fe,
Mn, Cu, Zn, S dan O (Hendriyani dan Setiari, 2009).
Reaksi terang adalah
proses untuk menghasilkan ATP dan reduksi NADPH2. Reaksi ini memerlukan
molekul air. Proses diawali dengan penangkapan foton oleh pigmen sebagai
antenna. Pigmen klorofil menyerap lebih banyak cahaya terlihat pada warna biru
(400-450 nm) dan merah (650-700 nm). Cahaya hijau akan di pantulkan dan akan di
tangkap oleh mata kita sehingga menimbulkan sensasi bahwa warna hijau adalah
warna daun. Fotosintesis akan menghasilkan lebih banyak energi pada gelombang
cahaya dengan panjang gelombang tertentu. Hal ini karena panjang gelombang yang
pendek menyimpan lebih banyak energi. Reaksi gelap, dimana ATP dan NADPH yang
dihasilkan dalam proses fotosintesis memicu berbagai proses biokimia. Pada
tumbuhan proses biokimia yang terpicu adalah siklus calvin yang memikat karbon
dioksida untuk membentuk ribulosa (dan kemudian menjadi gula seperti glukosa).
Reaksi ini disebut reaksi gelap karena tidak bergantung pada ada tidaknya
cahaya sehingga dapat terjadi meskipun dalam keadaan gelap (pertamawati, 2010).
Serangkaian reaksi biokimia yang membentuk proses
fotosintesis dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu reaksi yang bergantung pada
cahaya dan reaksi yang tidak bergantung pada cahaya. Reaksi yang membutuhkan
cahaya pada tingkat reaksi yang paling dasar memerlukan penengkapan energi
cahaya oleh molekul untuk mensitesa gula (karbohidrat) dari karbon dioksida dan
air (Rizky, 2011).
Dalam manajemen arsitektur pohon buah perlu diketahui
pertumbuhan cabang proses percabangan dan pembungaan pada pohon tersebut.
Pembentukan arsitektur cabang melalui pemangkasan cabang primer bertujuan untuk
mengoptimalkan intersepsi cahaya dan mengarahkan pertumbuhan dan perkembangan
cabang dan tunas ke arah yang menguntungkan. Intersepsi cahaya berperan penting
terhadap pembentukan asimilat total melalui fotosintesis dan partisi asimilat
kea rah sink. Pemangkasan juga dapat mencegah terjadinya dominansi apikal yang
mekanismenya dimediasi oleh auksin dan sitokinin.hasil pemangkasan cabang dan
daun juga dapat bermanfaat sebagai mulsa yang dapat menjaga kelembapan tanah
disekitar tanaman jarak pagar. Peningkatan hasil tahunan tanaman jarak pagar
berkisar 2-3 kali lipat tahun sebelumnya (Santoso, 2011).
Cahaya yang redup akan mengakibatkan melambatnya laju
fotosintesis, sehingga dapat mnghambat proses fotosintesis, sehingga dapat
memperlambat proses pertumbuhan salah satunya adalah penambahan luas daun. Luas
daun berpengaruhterhadap kapasitas penangkapan cahay. Cahaya di bawah optimum
akan menyebabkan jumlah cabang menurun dan berakibat pada karakteristik daun
salah satunya adalah luas daun. Unsure radiasi matahari yang penting salah
satunya adalah intensitas cahaya. Peningkatan luas daun merupakan upaya tanaman
dalam mengefisiensikan penangkapan energi cahaya untuk fotosintesis secara
normal pada kondisi intensitas cahaya rendah (fanindi et al., 2010).
BAB
3 METODOLOGI
3.1 Waktu dan Tempat
Praktikum Agrobiologi dengan acara Pengaruh Kualitas Cahaya Terhadap
Kecepatan Fotosintesis dilaksanakan mulai tanggal 7 maret 2013 jam 12.00 – 13.30 WIB. Bertempat di
Laboraturium Fisiologi Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Negeri
Jember.
3.2 Alat dan Bahan
3.2.1 Alat
1. Beaker
glass 1000 ml
2.
Stopwatch
3. Hand
couter
4. Pemberat
(batu)
5. Pinset
6. Gunting
/ pisau cutter
7. Benang
3.2.2 Bahan
1. Tanaman
Hydrilla sp.
2. Aquadest
3. Mika 5
warna (menyesuaikan lampu)
4. Lampu
dengan 5 warna (merah, kuning, hijau,biru, serta polikromatik)
3.3
Cara Kerja
1. Menyiapkan
lampu da beaker glass 1000 ml. mengisi beaker glass dengan aquadest ± ¾ bagian.
2. Menyiapkan
dan memotong bahan Hydrilla sp (pada bagian batang primer), saat memotong
usahakan didalam air.
3. Kemudian
memasukan Hydrilla sp yang sudah dipotong ke dalam dasar beaker glass yang
telah berisi aquadest.
4. Menghidupkan
lampu dengan warna-warna yang berbeda, mendiamkan selama 5 menit. Kemudian,
mengamati perubahan yang terjadi interval 5 menit.
5. Menghitung
jumlah oksigen yang muncul di permukaan air mengunakan hand couter.
6. Membandingkan dan menganalisa pengaruh dari warna
cahaya terahadap volume oksigen yang dihasilkan.
BAB
4. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 HASIL
Tabel Hasil
Pengamatan Kualitas Cahaya Terhadap Kecepatan Fotosintesis
|
WARNA
|
WAKTU (Menit)
|
JUMLAH
|
||
|
I
|
II
|
I
|
II
|
|
|
POLIKROMATIK
|
5.00
|
5.00
|
496
|
380
|
|
MERAH
|
5.00
|
5.00
|
48
|
51
|
|
KUNING
|
5.00
|
5.00
|
893
|
759
|
|
BIRU
|
5.00
|
5.00
|
1
|
1
|
|
HIJAU
|
5.00
|
5.00
|
0
|
0
|
4.2 Pembahasan
Proses fotosintesis adalah suatu proses dimana
tumbuhan dapat membuat makanannya sendiri, terutama tumbuhan yang memiliki
klorofil sendiri. Proses pembuatan zat energi atau zat makanan atau glukosa
yang berlangsung atas bantuan dari matahari dengan menggunakan zat hara atau
mineral, karbon dioksida, dan juga air. Dan dapat dijabarkan dengan reaksi
seperti berikut :
12H2O
+ 6CO2 + Cahaya Matahari => C6H12O6 + 6H2O + 6O2
Dan juga
melawti proses reaksi terang dan reaksi gelap yang terjadi di dalam klorofil yaitu
terletak di grana dan di stroma.
Faktor faktor yang mempengaruhi fotosintesis adalah
sebagai berikut :
1.
Cahaya,
cahaya merupakan sumber energi untuk fotosintesis. Intensitas cahaya yang
tinggi akan membuat kegiatan fotosintesis menjadi efektif
2.
Tahap
pertumbuhan, saat masih kecambah, tumbuhan lebih rajin fotosintesis dari pada
yang sudah besar.
3.
Pigmen
penyerapan cahaya, klorofil merupakan pigmen penyerapan cahaya.
4.
Kadar
hasil fotosintesis (fotosintat), apabila kadar hasil fotosintesis sedikit maka
tumbuhan akan terangsang untuk melakukan fotosintesis lebih maksimal daripada
daripada kadar fotosintat yang lebih banyak.
5.
Ketersediaan
karbon dioksida dan air, jika kekurangan air stomata menutup sehingga
menghalangi karbondioksida yang akan masuk. Semakin banyak karbon dioksida maka
fotosintesis akan semakin maksimal.
Pengaruh panjang gelombang terhadap fotosintesis
adalah dimana panjang gelombang yang ditangkap daun menentukan lebar mulut
stomata. Bahwa cahaya biru dan merah akan memberikan pelebaran mulut stomata
yang tinggi sedangkan cahaya kuning memberikan pelebaran stomata yang kecil.
Dan cahaya hijau akan dipantulkan. Luas mulut stomata akan mempengaruhi jumlah
masuknya karbon dioksida ke daun yang kemudian akan mempengaruhi laju
fotosintesis.
pada praktikum ini menggunakan tanaman Hydrilla sp.
karena tanaman Hydrilla sp. merupakan jenis tumbuhan air dan dimana akan
mengetahui jumlah oksigen yang akan keluar lebih mudah daripada tumbuhan di
darat.
Pada praktikum ini, hasil yang didapatkan untuk
mengamati oksigen yang keluar pada tanaman Hydrilla di dalam air yang terkena
atau disinari cahaya yang berbeda akibat pengaruh dari cahaya (polikromatik,
merah, kuning, biru, hijau) yaitu, dimana apabila tanaman Hydrilla di sinari
cahaya polikromatik 5 menit pertama menghasilkan 496 gelembung oksigen dan pada 5 menit kedua 380 gelembung oksigen. Dan tanaman Hydrilla yang disinari
cahaya berwarna merah menghasilkan 48 gelembung oksigen pada 5 menit pertama dan 51 gelembung oksigen pada 5 menit kedua. Sedangkan tanaman
Hydrilla yang disinari cahaya berwarna kuning menghasilkan
893 gelembung oksigen pada 5 menit petama dan 759 gelembung oksigen pada 5
menit kedua. Sedangkan
tanaman Hydrilla yang disinari cahaya berwarna biru pada 5
menit petama dan kedua mengahasilkan 1 gelembung oksigen. Lalu hijau, tidak menghasilkan gelembung oksigen pada 5
menit pertama dan kedua. Penurunan jumlah gelembung oksigen pada 5 menit
pertama dan kedua yang terjadi, diakibatkan karena tanaman pada menit awal
mengeluarkan banyak gelembung oksigen karena pada tanaman Hydrilla ini
memerlukan daur fotosintesis yang menyerap H2O atau air untuk di gunakan
sebagai bahan fotosintesis yang nantinya akan di keluarkan atau dilepaskan
dalam bentuk oksigen dalam pertama kali batang primer dari tanaman Hydrilla
dipotong. Pada praktikum ini cahaya merah dan polikromatik yang paling
mengeluarkan gelembung oksigen banyak dikarenakan akan memberikan pelebaran
stomata yang tinggi. Luas mulut stomata akan mempengaruhi jumlah oksigen yang
keluar kemudian akan mempengaruhi laju fotosintesis.
BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Pada praktikum pengaruh kualitas cahaya terhadap
kecepatan fotosintesis ini, dapat disimpulkan bahwa bahwa cahaya polikromatik
dan kuning yang
mengeluarkan gelembung oksigen yang keluar lebih banyak karena memberikan
pelebaran stomata yang tinggi. Sedangkan cahaya hijau tidak diserap melainkan
akan dipantulkan sehingga akan memberikan pelebaran stomata yang kecil. Luas
mulut stomata akan sangat mempengaruhi jumlah oksigen yang keluar kemudian akan
mempengaruhi terhadap laju fotosintesis.
5.2 Saran
Pada praktikum pengaruh kualitas cahaya terhadap
kecepatan fotosintesis sebaiknya praktikan lebih teliti untuk mengamati dan
menghitung jumlah gelembung oksigen yang keluar pada batang primer tanaman
Hydrilla.
DAFTAR PUSTAKA
Adistya, Rizky. 2011. “Pengaruh Intensitas Cahaya Dan
Kandungan Mineral Pada Berbagai Media Tumbuh Terhadap Laju Fotosintesis Tanaman
Hias Hidrofit Elodea (Elodea Canadensis)”. Jurnal Penelitian Tanaman 6(2) : 1 - 3.
Ai, Nio Song. 2012. “Evolusi Fotosintesis Pada
Tumbuhan”. Jurnal Ilmiah Sains 12(1)
: 28 – 29.
Hariyadi. 2011. “Pengaruh Pemangkasan Batang Dan
Cabang Primer Terhadap Laju Fotosintesis Dan Produksi Jarak Pagar (Jatropha curcas L.)”. Jurnal Agron Indonesia 39(3) : 205-206.
Karmana, Oman. 2008.
Buku pelajaran Biologi Fotosintesis Tumbuhan.Bandung : Grafindo Media Pratama.
Kusnawidjaja, Kurnia. 2008. Peranan Cahaya Matahari Dalam Pendidikan IPA Terhadap Lingkungan Hidup.
Jakarta : Genep Jaya Baru.
Pertamawati. 2010. “Pengaruh Fotosintesis Terhadap
Pertumbuhan Tanaman Kentang (Solanum
Tuberosum L.) Dalam Lingkungan Fotoautotrof Secara Invitro”. Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia
12(1) : 31-32.
Setiowati,
Tetty. 2008. Biologi Interaktif.
Jakarta : Azka Press.
Slamet, W. 2013. “Karakteristik Fotosintetik Dan
Serapan Fosfor Hijauan Alfafa (Medicago
sativa) Pada Tinggi Pemotongan Dan Pemupukan Nitrogen Yang Berbeda”. Animal Agriculture Journal 2(1) : 86 -
91.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar