UNIVERSITAS JEMBER
FAKULTAS PERTANIAN
JURUSAN BUDIDAYA PERTANIAN
LABORATORIUM FISIOLOGI TUMBUHAN DASAR
LAPORAN PRAKTIKUM
NAMA : ROBBIE
ALFIS SYAHRIAL
NIM :
121510501142
GOL/KELOMPOK : D/2
ANGGOTA : 1. AYU AMANDA (121510501138)
2. MUHAMMAD NAIM (121510501141)
3. ALFIAN EKO
(121510501143)
4. BAHARI T. (121510501144)
5. ARZAKI ARDI S. (121510501145)
6. RIO CAFRI N. (121510501146)
7. NUR AZIZAH (121510501151)
8. M. SAIFUL ALAM (121510501152)
9. MAULIDA N. (121510501158)
JUDUL ACARA : FUNGSI CAHAYA DAN PIGMEN
DALAM FOTOSINTESIS
TANGGAL
PRAKTIKUM : 14 MARET 2013
TANGGAL
PENYERAHAN : 16 MARET 2013
ASISTEN : 1. MOH. AMINNUDDIN
2. ASRI RINA H
3. FAJAR FIRMANSYAH
4. FAKHRUSY ZAKARIYYA
5. KHUSNUL KHOTIMAH
6. NORMA LAILATUN NIKMAH
BAB
1. PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Cahaya
merupakan sumber utama pada tumbuhuan untuk melakukan fotosintesis. Intensitas
cahaya yang tinggi akan membuat kegiatan fotosintesis akan menjadi lebih
efektif dan lebih maksimal. Karena tanpa cahaya pertumbuhan tanaman akan
menjadi menurun dan akan mengakibatkan tanaman itu sendiri akan menjadi layu
atau pucat karena kurang serapan energi dari cahaya matahari tersebut.
Cahaya
juga berperan penting pada masa pertumbuhan saat tanaman pada masih kecambah,
karena tanaman pada saat kecambah akan lebih rajin melakukan kegiatan
fotosintesis dari pada saat tanaman itu menjadi besar. Tanaman pada saat
kecambah memerlukan energi cahaya matahari yang sangat besar untuk membuat
fotosintesis dan juga untuk zat tumbuh pada tanaman.
Pigmen
penyerapan cahaya pada klorofil merupakan pigmen penyerap cahaya matahari pada
tanaman. Pigmen tersebut yang mengikabatkan tanaman terutama pada tanaman buah
buahan dan juga sayuran mempunyai warna yang berbeda dan bervariasi.
Pengaruh
panjang gelombang terhadap fotosintesis adalah dimana panjang gelombang yang di
tangkap daun tersebut menentukan lebar mulut pada stomata. Bahwa cahaya biru
dan merah akan memberikan pelebaran mulut stomata yang tinggi sedangkan cahaya
kuning memberikan pelebaran mlut pada stomata yang rendah. Dan cahaya yang
berwarna hijau akan dipantulkan dan akan ditangkap oleh mata, mengakibatkan
daun berwarna hijau.
Cahaya
yang redup akan mengakibatkan melambatnya laju fotosintesis, sehingga dapat
menghambat proses fotosintesis, dan juga dapat memperlambat proses pertumbuhan
salah satunya adalah penambahan luas daun. Luas daun berpengaruh terhadap
kapasitas penangkapan cahaya. Cahaya dibawah optimum akan mengakibatkan jumlah
cabang menurun dan akan mengakibatkan luas daun tidak dapat berkembang dengan
baik. Peningkatan luas daun merupakan upaya tanaman dalam mengefisiensikan
penangkapan energy cahaya untuk proses fotosintesis secara normal pada kondisi
intensitas cahaya yang rendah.
Pada
tumbuhan selain digunakan untuk fotosintesis, cahayya juga digunakan sebagai
pertumbuhan pada tanaman.. tumbuhan yang tumbuh di tempat gelap akan tumbuh
jauh lebih tinggi dari pada di tempat yang terang. Hanya saja tumbuhan yang
tumbuh di tempat yang gelap akan terlihat lebih pucat, kurus, dan daunnya
terlihat tidak berkembang karena kekurangan klorofil. Sedangkan ditempat
terang, cahaya akan merusak hormone auksin. Hormone auksin tersebut berfungsi
untuk merangsang perpanjangan sel. Jadi tumbuhan ditempat terang cenderung
lebih pendek dari pada di tempat gelap.
1.2
Tujuan
-
Untuk mengetahui
pengaruh cahaya dalam proses fotosintesis
-
Untuk melihat macam
pigmen yang terdapat di dalam daun serta mempelajari sifat-sifatnya.
BAB
2. TINJAUAN PUSTAKA
Melambatnya
laju dari fotosintesis akibat dari kurangnya penyinaran cahaya ke tanaman,
sehingga fotosintesis menjadi terhambat,dan juga dapat memperlambat proses
pertumbuhan salah satunya adalah penambahan luas daun. Luas daun berpengaruh
terhadap kapasitas penangkapan cahaya. Cahaya dibawah optimum akan menyebabkan
jumlah cabang menurun dan berakibat terhadap karakteristik daun salah satunya
adlah luaas daun. Unsur dari radiasi matahari yang penting salah satunya adalah intensitas cahaya
(fanindi et al., 2010).
Energi
cahaya diubah menjadi energi kimia oleh pigmen fotosintesis yang terdapat pada
membran interna atau tilakoid. Pigmen fotosintesis yang utama ialah klorofil
dan karotenoid. Klorofil a dan klorofil b menunjukan arbsorsi yang sangat kuat
untuk panjang gelombang ungu dan biru, jingga dan merah (lembayung) dan
menunjukan arbsorsi yang sangat kurang untuk panjang gelombang hijau dan kuning
hijau. Klorofil disintesis di daun dan berperan untuk menangkap cahaya matahari
yang jumlahnya berbeda untuk setiap spesies (Hendriyani dan Setiari, 2009).
Sumber
energy alami yang digunakan dalam fotosintesis adalah cahaya matahari. Cahaya
matahari memiliki berbagai spectrum warna yang memiliki panjang gelombang yang
berbeda. Proses fotosintesis melibatkan pigmen fotosintesis. Secara umum
fotosintesis erjadi dalam kloroplas. Pada tubuh tumbuhan, fotosintesis dapat
terjadi dalam organ batang pada daun yang mengandung kloroplas dan terkena
radiasi matahari (oman, 2008).
Proses
fotosintesis menggunakan sumber energi dari cahaya matahari. Selain itu,
ftosintesis melalui tahapan tahapan, yaitu reaksi terang dan reaksi gelap yang
berlangsung di stroma dan grana pada kloroplas. Cahaya matahari mengandung
spectrum warna yaitu merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu. Masing
masing warna memiliiki panjang gelombang yang berbeda. Dan tidak semua pada
cahaya tersebut dipakai pada proses fotosintesis. Klorofil merupakan fluoresen
artinya dapat menerima sinar cahaya dan mengembalikannya dalam bentuk gelombang
yang berlainan (Gunawan, 2010).
Setiap
tanaman memiliki kemampuan yang berbeda beda dalam menerima cahaya. Beberapa
jenis tanaman yang mampu tumbuh dan berproduksi dengan baik bila ternaungin
ataupun tidak ternaungi, namun sampai sejauh mana kemampuannya tumbuh masih
perlu diteliti. Naungan berfungsi untuk mengurangi radiasi yang diterima daun dan
mengurangi kehilangan air sehingga kelayuan dapat dihindari (Haryanti, 2008).
Fotosintesis
atau disebut juga asimilasi karbon dioksida dalam tumbuhan hijau merupakan
suatu peristiwa yang sangat penting dalm petumbuhan dan perkembangan fitokimia.
Pembentukan zat zat organic yang terjadi akibat fotosintesis. Langsung maupun
tidak langsung dapat mempengaruhi kehidupan di bumi. Peristiwa fotosintesis ini
hanya dapat terjadi pada bagian yang hijau dan prosesnya tergantung pada
intensitas cahaya matahari (Kurnia, 2008).
Fotosintesis
atau asimilasi karbon merupakan proses konservasi energi cahaya menjadi energi
kimia. Daun merupakan organ utama dalam tubuh tumbuhan sebagai tempat berlangsungnya
proses fotosintesis. Pada kloroplas terjadi transformasi energi, yaitu energi
cahaya (foton) sebagai energi kinetic menjadi energi kimia sebagai energy
potensial berupa ikatan senyawa organik pada glukosa (Setiowati, 2008).
Laju
fotosintesis dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah meningkatnya
kebutuhan sink. Semakin tinggi sink maka laju fotosintesis akan semakin
tinggi pula. Hal ini terjadi karena tanaman membutuhkan hasil fotosintat untuk
memenuhi kebutuhan pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman (Hariyadi,
2011).
Fotosintat
sebagai hasil fotosintesis digunakan untuk pertumbuhan eksplan menjadi planet,
sisanya biasanya disimpan di daun dan di batang, biasanya dikirim kejaringan
jaringan terdekat terlebih dahulu jika kadar fotosintat berkurang, laju
fotosintesis akan naik. Bila kadar fotosintat bertambah atau bahkan sampai
jenuh, laju fotosintesis akan berkurang (Pertamawati, 2010).
BAB
3. METODOLOGI
3.1
Waktu dan Tempat
Praktikum
Agrobiologi dengan acara Fungsi Cahaya Dan Pigmen Dalam Fotosintesis
dilaksanakan mulai tanggal 14 Maret 2013 jam 12.00 –13.30
WIB. Bertempat di Laboraturium Fisiologi Tumbuhan Fakultas Pertanian
Universitas Negeri Jember.
3.2
Alat dan Bahan
3.2.1 Alat
1. Mortir dan stamper
2. Neraca Analitis
3. Gelas Arloji
4. Corong pemisah
5. Beaker glass
6. Tabung Reaksi
7. Pinset
8. Bunsen
9. Kaki tiga
10. Penjepit kayu
11. Cutter
3.2.2 Bahan
1. Daun tanaman Acalipa
(merah-putih-hijau)
2. Daun ketela pohon
3. CaCO3
4. Aseton
5. Aquadest
6. Petrolium eter
7. Larutan HCl dan NaOH
8. Alkohol
3.3
Cara Kerja
3.3.1 Pengaruh Cahaya dalam
Fotosintesis
1. Menyiapkan daun ketela pohon yang
muda dan telah berkembang penuh dan mendapatkan cahaya matahari secara
langsung.
2. Menutup sebagian daun ketela pohon
tersebut dengan kertas karbon selama 2-3 x 24 jam.
3. Mengambil daun dan kemudian memasukan
ruas daun yang diperlakukan tersebut, memotong sehingga diperoleh potongan
dengan bagian yang ditutup dan tidak.
4. Menyiapkan beberapa tabung reaksi,
kemudian mengisi 5-10 ml alkohol 96% dan memasukan potongan daun tersebut.
5. Memanaskan air di dalam beaker glass
1000 ml, kemudian memasukan tabung reaksi berisi potongan daun tersebut dan
tunggu sampai daun berwarna pucat.
6. Mengambil daun yang berwarna pucat
dan meletakan pada gelas arloji.
7. Menguji daun yang telah berwarna
pucat dengan meneteskan larutan I2KI. Mengamati warna yang tampak.
3.3.2 Pengaruh Pigmen dalam Fotosintesis
1. Menyiapkan daun acaypha yang muda dan
telah berkembang penuh dan memiliki warna putih dan hijau.
2.
Mengambil daun tersebut, membuat potongan sehingga diperoleh kedua
bagian warna tersebut.
3. Menyiapkan tabung reaksi, mengisi
5-10 ml alkohol 96% dan memasukan potongan tersebut.
4. Memanaskan air didalam beaker glass
1000 ml. memasukan tabung reaksi berisi potongan daun tersebut dan menunggu
sampai daun berwarna pucat.
5.
Mengambil daun yang berwarna pucat, meletakan pada gelas arloji.
6. Menguji daun yang berwarna pucat
dengan meneteskan larutan I2KI. Mengamati warna yang tampak.
3.3.3 Pemisahan Pigmen
1.
Menimbang 1 g daun tanaman yang telah ditentukan.
2. Menghaluskan daun dengan mortar dan stamper
serta diberi sedikit CaCO3.
3.
Menambahkan 20 cc aseton. Menyaring larutan aseton yang berwarna hijau
gelap dengan kertas filter untuk menghilangkan sisa saringan.
4.
Menyiapkan corong pemisah dan mengisi dengan 10-25 cc petroleum eter dan
meletakan dengan cara berdiri.
5. Mengisi 10-15 cc larutan aseton dalam corong pemisah dan
mencampur perlahan. Menunggu hingga tterjadi perubahan warna.
6.
Memisahkan kedua warna yang terbentuk kedalam tabung yang berbeda.
BAB
4 HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1
Hasil
4.1.1 Tabel pemisahan pigmen
|
BAHAN
|
PENGAMATAN
|
||||
|
KLORO
A
|
KLORO
B
|
ANTHO
|
KAROTEN
|
XANTHOPHYL
|
|
|
ACALIPA
MERAH
|
+
|
+
|
+
|
+
|
+
|
|
ACALIPA
HIJAU
|
+
|
+
|
-
|
-
|
+
|
4.2.2 Tabel pengaruh cahaya
|
BAHAN
|
BAGIAN
|
KONDISI
WARNA
|
|
ACALIPA
|
KUNING
|
++
|
|
HIJAU
|
+++
|
|
|
SINGKONG
|
TERTUTUP
|
++++
|
|
TERBUKA
|
+
|
Keterangan :
++++ : sangat kuat
+++ :
agak kuat
++ :
lemah
+ :
sangat lemah
4.2
Pembahasan
Fungsi
cahaya dalam fotosintesis sebagai penghasil energi utama bagi berlangsungnya
fotosintesis, dan juga intensitas cahaya yang sangat tinggi akan membuat proses
fotosintesis akan menjadi maksimal, serta cahaya sebagai sumber dari bahan yang
dibutuhkan tanaman untuk melakukan proses fotosintesis.
Pada
praktikum pengaruh cahaya terhadap berlangsungnya fotosintesis, pada daun
ketela yang ditutup oleh kertas karbon setelah ditetesi I2KI lebih lemah
dibandingkan daun ketela yang terbuka karena larutan I2KI berfungsi untuk
mengetahui baik atau lemahnya proses fotosintesis pada daun ketela yang ditutup
kertas karbon atau tidak, daun yang tidak ditutup kertas karbon akan lemah
karena tidak mendapatkan pasokan cahaya matahari untuk proses fotosintesis dan
dapat diketahui dengan meneteskan larutan I2KI yang dapat memisahkan lemah atau
kuatnya warna pigmen yang terkandung dalam daun untuk melakukan proses
fotosintesis.
Macam-macam
pigmen dalam tanaman yaitu pigmen klorofil (klorofil a dan klorofil b),
anthosianin, karoten dan xanthophyl. Dimana klorofil bersifat dapat menerima
sinar serta mengembalikan dalam gelombang yang berbeda karena klorofil banyak
mengandung warna hijau, sedangkan dalam klorofil a mengandung warna hijau
kebiruan dan klorofil b mengandung warna hijau kekuningan. Sedangkan karoten
berwarna jingga dan xanthophyl berwarna kuning, dan anthosianain berwarna
merah.Bahwa cahaya biru dan merah akan memberikan pelebaran mulut stomata yang
tinggi sedangkan cahaya kuning memberikan pelebaran stomata yang kecil. Dan
cahaya hijau akan dipantulkan. Luas mulut stomata akan mempengaruhi jumlah
masuknya karbon dioksida ke daun yang kemudian akan mempengaruhi laju
fotosintesis.
Berdasarkan
hasil praktikum, praktikum pengaruh pigmen dalam fotosintesis sangat besar
karena pigmen pada tumbuhan yang menentukan besarnya penyerapan cahaya yang
diserap oleh tumbuhan. Dan pigmen pada tumbuhan juga dapat diketahui kandungan
apa saja pada tumbuhan dan pengaruh besarnya cahaya terhadap proses
fotosintesis dengan hasil praktikum ini.
Pada
praktikum fungsi cahaya dan pigmen dalam fotosintesis dapat diambil data table
yang di atas, bahwa pada pemisahan pigmen dapat diambil data acalipa merah semua mengandung pigmen
klorofil a, klorofil b, anthosianin, karoten, xanthophyl. Sedangkan pada
acalipa hijau mengandung pigmen klorofil a, klorofil b, dan xanthophyl, akan
tetapi acalipa hijau tidak mengandung pigmen dari karoten dan anthosianin.
Sedangkan pada tabel pengaruh cahaya terhadap fotosintesis yang diambil dari
bahan acalipa kuning, acalipa hijau, daun singkong yang tertutup kertas karbon
dan daun singkong yang tidak ditutupi kertas karbon. Pengaruh cahaya terhadap
Acalipa kuning pada proses fotosintesis lemah, dan pengaruh cahaya terhadap
acalipa hijau pada proses fotosintesis agak
kuat, pengaruh cahaya terhadap daun singkong yang tertutup kertas karbon pada
proses fotosintesis sangat kuat,
sedangkan pengaruh cahaya pada daun singkong yang tidak ditutup oleh kertas
karbon terhadap proses fotosintesis sangat
lemah. Hal ini disebabkan karena pigmen
berpengaruh terhadap proses fotosintesis yang dimana pigmen yang berwarna hijau
lebih kuat menyerap cahaya matahari untuk proses fotosintesis.
BAB
5. KESIMPULAN DAN SARAN
5.1
Kesimpulan
Pada
praktikum kali ini dapat disimpulkan bahwa fungsi cahaya sebagai sumber energy
utama yang digunakan untuk proses fotosintesis. Dan juga Macam-macam pigmen
dalam tanaman sangat berfungsi yaitu pigmen klorofil (klorofil a dan klorofil
b), anthosianin, karoten dan xanthophyl. Dimana klorofil bersifat dapat
menerima sinar serta mengembalikan dalam gelombang yang berbeda karena klorofil
banyak mengandung warna hijau, sedangkan dalam klorofil a mengandung warna
hijau kebiruan dan klorofil b mengandung warna hijau kekuningan. Sedangkan
karoten berwarna jingga dan xanthophyl berwarna kuning, dan anthosianain berwarna
merah.Bahwa cahaya biru dan merah akan memberikan pelebaran mulut stomata yang
tinggi sedangkan cahaya kuning memberikan pelebaran stomata yang kecil. Dan
cahaya hijau akan dipantulkan. Luas mulut stomata akan mempengaruhi jumlah
masuknya karbon dioksida ke daun yang kemudian akan mempengaruhi laju
fotosintesis.
5.2 Saran
Pada
praktikum kali ini sebaiknya praktikan lebih memperhatikan atau berhati hati
terhadap percobaan yang dilakukan untuk mengetahui pigmen yang terkandung dalam
daun.
DAFTAR
PUSTAKA
Ai,
Nio Song. 2012.”Evolusi Fotosintesis Pada Tumbuhan”. Ilmiah Sains 12(1) : 28 – 29.
Hariyadi.
2011. “Pengaruh Pemangkasan Batang Dan Cabang Primer Terhadap Laju Fotosintesis
Dan Produksi Jarak Pagar (Jatropha curcas
L.)”. Agron Indonesia 39(3) : 205
– 206.
Haryanti,
Sri. 2008. “Respon Pertumbuhan Jumlah dan Luas Daun Nilam (Pogostemon cablin Benth) pada Tingkat Naungan Yang Berbeda”. Jumlah Respon Pertumbuhan 6(2) : 20 –
21.
Karmana,
Oman. 2008. Buku Pelajaran Biologi
Fotosintesis Tumbuhan. Bandung : Grafindo Media Pratama.
Kusnawidjaja,
Kurnia. 2008. Peranan Cahaya Matahari
Terhadap Lingkungan Hidup. Jakarta : Genep Jaya Baru.
Pertamawati.
2010. “Pengaruh Fotosintesis Terhadap Pertumbuhan Tanaman Kentang (Solanum Tuberosum L.) Dalam Lingkungan
Fotoautotrof Secara Invitro”. Sains dan
Teknologi Indonesia 12(1) : 31 – 35.
Setiowati,
Tetty. 2008. Biologi Interaktif. Jakart
: Azka Press.
Slamet,
W. 2013.”Karakteristik Fotosintetik Dan Serapan Fosfor Hijauan Alfafa (Medicago sativa) Pada Tinggi Pemotongan
Dan Pemupukan Nitrogen Yang Berbeda”.Animal
Agriculture 2(1) : 86 – 91.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar