UNIVERSITAS JEMBER
FAKULTAS PERTANIAN
JURUSAN BUDIDAYA PERTANIAN
LABORATORIUM FISIOLOGI TUMBUHAN DASAR
LAPORAN PRAKTIKUM
NAMA : ROBBIE
ALFIS SYAHRIAL
NIM :
121510501142
GOL/KELOMPOK : D/2
ANGGOTA : 1. AYU AMANDA (121510501138)
2. MUHAMMAD NAIM (121510501141)
3. ALFIAN EKO
(121510501143)
4. BAHARI T. (121510501144)
5. ARZAKI ARDI S. (121510501145)
6. RIO CAFRI N. (121510501146)
7. NUR AZIZAH (121510501151)
8. M. SAIFUL ALAM (121510501152)
9. MAULIDA N. (121510501158)
JUDUL ACARA : RESPIRASI PADA TUMBUHAN
TANGGAL
PRAKTIKUM : 21 MARET 2013
TANGGAL
PENYERAHAN : 23 MARET 2013
ASISTEN : 1. MOH. AMINNUDDIN
2. ASRI RINA H
3. FAJAR FIRMANSYAH
4. FAKHRUSY ZAKARIYYA
5. KHUSNUL KHOTIMAH
6. NORMA LAILATUN NIKMAH
BAB
1. PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Respirasi meruakan proses yang mengubah energi kimia yang
tersimpan dalam bentuk karbohidrat seperti sukrosa, tepung, juga dalam bentuk
lemak, mislanya pada biji-biji kedelai untuk digunakam menggerakkan
proses-proses metabolisme. Proses ini, terlihat pada hewan dan di dalam jarigan
tanaman yang tidak berwarna hijau, bahkan juga dalam jaringan hijau yang
melakukan fotosintesis mempunyai kemampuan mengadakan respirasi.
Dalam pengertian sehari-hari, bernafas sekedar
diartikan sebagai proses pertukaran gas di paru-paru. Tetapi secara biologis,
pengertian respirasi tidaklah demikian. Pernafasan lebih menunjuk kepada proses
pembongkaran atau pembakaran zat sumber energi di dalam sel-sel tubuh untuk
memperoleh energi atau tenaga. Zat makanan sumber tenaga yang paling utama
adalah karbohidrat.
Dari berbagai cabang ilmu tumbuhan yang telah berdiri
sendiri salah satunya adalah fisiologi tumbuhan. Fisiologi tumbuhan yang
mempelajari peri kehidupan tumbuhan sudah demikian pesat berkembangnya juga
didukung oleh beberapa ilmu seperti anatomi tumbuhan, morfologi tumbuhan, dan
sistematika tumbhan. Fisiologi tumbuhan itu sendiri merupakan ilmu yang
mempelajari atau mencari keterangan-keterangan mengenai kehidupan tumbuhan.
Untuk mempertahankan kehidupannya, tumbuhan perlu mempunyai suatu penyediaan
energi yang berkesinambungan. Energi-energi tersebut diperoleh dari mengambil
energi kimia yang terbentuk dalam molekul organik yang disintesis oleh
fotosintesis. Suatu proses pelepasan energi yang menyeddiakan energi bagi
keperluan sel itu diseebut dengan respirasi. Respirasi sel tumbuhan berupa
oksidasi molekul organik oleh oksigen dari udara membentuk karbon dioksida dan
air.
Tumbuhan juga menyerap O2 untuk pernafasannya, umumnya
diserap melalui daun (stomata). Pada keadaan aerob, tumbuhan melakukan
respirasi aerob. Bila dalam keadaan anaerob atau kurang oksigen, jaringan
melakukan respirasi secara anaerob. Misal pada akar yang tergenang air. Pada
respirasi aerob, terjadi pembakaran (oksidasi) zat gula (glukosa) secara
sempurna, sehingga menghasilkan energi jauh lebih besar (36 ATP) daripada
respirasi anaerob (2 ATP saja). Demikian pula respirasi yang terjadi pada jazad
renik (mikroorganisma). Sebagian mikroorgaanisme melakukan
respirasi aerobik (dengan zat asam), anerobik (tanpa zat asam) atau cara
keduanya (aerobik fakultatif).
Di dalam respirasi pelepasan
energi kemia meliputi proses penting secara bertahap :
1. Oksidasi
Proses
dehidrogenisasi menjadi penghilangan hidrogen atau pelepasanhidrogen dari
senyawa gula hekosa. Dalam respirasi aerobik terjadi penerimaan hidrogen oleh
oksigen yang bersifat sebagai akseptor hidrogen oleh oksigen yang bersifat
sebagai akseptor hidrogen membentuk molekul air.
2. Perombakan molekul
Akibat
dari oksidasi ikatan antara karbon dalam molekul gula dirombak atau diputuskan
sehingga terbentuk mmolekul-molekul yang lebih kecil dari karbon dan molekul
tersebut dirombak lagi, akhirnya tinggal satu karbon saja yaitu karbondioksida.
3. Transfer energi
Dalam
oksidasi diikuti oleh pelepasan energi. Energi yang dilepas dalam organisme,
ada yang lepas sebagai panas karena respirasi memang tidak mencapai efisiensi
100%. Walau demikian sebagian energi ditangkap oleh suatu molekul ADP yang
kemudian menjadi ATP yang kaya akan energi. Energi ATP digunakan tumbuhan untuk
mengeluarkan panas, sintesis senyawa-senyawa baru, pengambilan ion-ion dari
dalam tanah dan sebagainya.
Respirasi merupakan bagian penting di
dalam kehidupan tumbuhan untuk beradaptasi dengan lingkungan nya. Dengan
demikian diharapkan dapat mengetahui bagaimana tahapan respirasi
sebenarnya pada tumbuhan dengan harapan dapat memperoleh manfaat
pengetahuan dan memperkaya khasanah ilmu pendidikan.
1.2
Tujuan
1. Untuk
membuktikan dan mengetahui bahwa suhu sangat berpengaruh dalam proses respirasi.
2. Untuk menghitung
volume O2 dan CO2
yang dihasilkam dari proses respirasi.
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA
Respirasi
yaitu suatu proses pembebasan energi yang tersimpan dalam zat sumber energi
melalui proses kimia dengan menggunakan oksigen. Dari respirasi akan dihasilkan
energi kimia ATP untuk kegiatan kehidupan, seperti sintesis (anabolisme),
gerak, pertumbuhan. Menurut Saktiyono (2006) tumbuhan sebagai makhluk hidup
juga melakukan pernafasan. Berbeda dengan hewan, tumbuhan tidak memiliki
paru-paru atau insang sebagai alat bernafas. Tumbuhan mengambil oksigen untuk
respirasi melalui lubang-lubang kecil pada daun yang disebut stomata (mulut
daun).
Proses respirasi menghasilkan
sejumlah energi, gas CO2, dan H2O. Dalam hal ini proses
reaksi kimia respirasi C6H12O6 + O2
Menghasilkan CO2 + H2O energi. Energi kimia yang
terbentuk dari proses fotosintesis disimpan di dalam umbi, buah, bahkan di
dalam batang dan akar dalam bentuk amilum (zat tepung). Amilum inilah yang
menjadi sumber energi bagi tumbuhan, herbivor, dan omnivor (Kadaryanto,
dkk.2006).
Menurut Deswaty (2007) respirasi
dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu ketersediaan substrat, ketersediaan
oksigen, suhu, serta jenis dan umur tumbuhan. Dalam ketersediaan subtrat
respirasi lebih cepat terjadi setelah matahari tenggelam, saat matahari terbit.
Proses respirasi terjadi lebih cepat pada bagian daun yang terkena sinar
matahari bila di bandingkan dengan bagian bawah daun. Dalam ketersediaan
Oksigen, kandungan oksigen pada akar, batang, dan daun berbeda-beda. Jumlah oksigen
yang rendah akan mengurangi kecepatan respirasi. Dalan suhu, difusi oksigen dan
karbon dioksida akan semakin meningkat seiring dengan meningkatnya suhu
lingkungan.
Menurut
Wahono (2009) respirasi dapat debedakan menjadi dua yaitu respirasi aerob dan
respirasi anaerob. Penguraian makanan dalam proses respirasi aerob dibutuhkan
oksigen, sedangkan respirasi anaerob tidak membutuhkan oksigen. Respirasi aerob
umumnya terjadi pada tumbuhan tingkat tinggi. Contoh tumbuhan tingkat rendah
yang melakukan respirasi aerob, antara lain bakteri Nitrosococcus dan Nitroso
Nitrosomonas. Respirasi anaerob sering disebut dengan fermentasi. Fermentasi
yang banyak dipelajari adalah peragian alkohol atau alkohollisasi akibat
aktivitas mikroorganisme seperti sel ragi dan dimanfaatkan untuk pembuatan
minuman keras. Menurut Sanusi (2008) respirasi adalah sebuah proses diamana
oksigen molekuler biasannya berperan sebagai penerima elektron utama. Jika
oksigen adalah penerima utama, prosesnya desebut respirasi aerobik yang berbeda
dengan respirasi anaerobik, dimana menggunakan unsur anorganik seperti nitrat,
sulfat, atau karbonat.
Fotosintat merupakan substrat respirasi sehingga peningkatan fotosintat akan meningkatkan respirasi yang menghasilkan energi untuk pertumbuhan tanaman
yang pada akhirnya akan meningkatkan hasil tanaman. Untuk mencapai produksi yang tinggi tanaman memerlukan faktor-faktor tumbuh
yang optimum baik berupa hormon yang dihasilkan oleh tanaman sendiri maupun zat
pengatur tumbuh. Faktor lingkungan seperti cahaya, suhu, air dan zat hara yang berkaitan erat dengan lingkungan berupa kondisi tanah,
daerah dan iklim juga mempengaruhi produksi tanaman (Giyatmi,
dkk. 2008).
Laju respirasi selain dipengaruhi oleh suhu dan
kelembaban juga dipengaruhi oleh komposisi gas terutama O2 dan CO2
di sekitar produk. Laju respirasi dapat ditekan dengan menurunkan
kosentrasi Oksigen, dan menaikkan Karbondioksida di sekitar tanaman. Komposisi
gas di sekitar produk tersebut dikendalikan melalui percampuran dari dua lebih
gas-gas seperti udara, N2, O2 dan CO2 (Rokhani,
2008).
Unsur hara yang dibutuhkan tanaman adalah kalium.
Kalium merupakan hara makro yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah banyak setelah
N dan P (Budi, 2012). Selain itu kalium sebagai katalisator, terutama di dalam perombakan
protein menjadi asam amino. Lebih lanjut dikemukakan bahwa kalium mempunyai
tugas membongkar dan menyusun karbohidrat, sehingga apabila tanaman kekurangan
kalium maka proses fotosintesis dan respirasi akan terhambat. Menurut Anis
(2010) menyatakan bahwa kalium berperan sebagai aktivator dari berbagai enzim yang esensial dalam reaksi-reaksi fotosintesis dan respirasi.
BAB
3. METODOLOGI
3.1
Waktu dan Tempat
Praktikum
Agrobiologi dengan acara Respirasi dilaksanakan mulai tanggal 21 Maret 2013 jam
12.00 – 12.30 WIB. Bertempat di
Laboraturium Fisiologi Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Negeri Jember.
3.2
Alat dan Bahan
3.2.1 Alat
1. Erlenmeyer 250 cc
2. Neraca
3. Kertas saring
4. Respirometer
5. Beaker glass
6. Botol semprot
3.2.2 Bahan
1. Kecambah kedelai dan benih
kedelai imbibisi
2. Larutan CaCl2 0,2 N
3. Larutan NaOH 0,2 N
4. Larutan HCl 0,05 N
5. Indikator pp
6. Aquadest
7. Biuret
3.3
Cara kerja
1. Memasukan sedikit NaOH (1 atau 2
gram) ke dalam dasar respirometer dan memasukan kassa logam kedalam tabung
objek. Menutup tabung objek dengan tabung pengumpul.
2. Memasukan kecambah kacang panjang ke
dalam tabung objek.
3. Mengisi alat suntik dengan sedikit
air dengan menyedotnya.
4. Menyuntik air satu tetes kecil
keujung atas pipa ukur dan tabung pengumpul.
5. Melihat perubahan tetes air (menurun)
dalam pipa ukur. Mengetahui volume oksigen yang terpakai oleh kecambah tersebut
dalam selang waktu tertentu.
6. Menghitung Volume oksigen yang
terpakai dengan rumus :
V
= 3,14 x 0,75 x 0,75 x (perubahan posisi tetes air)mm3
Catatan = diameter pipa ukur 1,5 mm.
BAB 4. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil
|
Perlakuan
|
Volume
O2
|
Volume
CO2
|
|
Imbibisi Kedelai
|
0.182
|
165
|
|
Kecambah Kedelai
|
0.324
|
182.82
|
4.2 Pembahasan
Respirasi
merupakan proses pertukaran gas O2 dan CO2 atau sering disebut dengan proses
pernafasan. Respirasi menggunakan bahan kimia yang terdapat didalam karbohidrat
yang nantinya akan di gunakan sebagai proses metabolisme dalam tubuh tumbuhan.
Atau juga dapat diartikan pemecahan senyawa berenergi yang sangat tinggi untuk
digunakan dalam tubuh tumbuhan sebagai proses metabolisme atau untuk
menjalankan fungsi hidup dalam tubuh tumbuhan. Reaksi respirasi adalah sebagai
berikut :
C6H12O6 + O2 →
6CO2 + 6 H2O + Energi
Reksi pembongkaran glukosa sampai
menjadi H2O + CO2 + Energi, melalui tiga tahap, yaitu glikolisis, daur krebs,
dan transport electron respirasi.
Faktor
faktor yang mempengaruhi dari respirasi sebagai berikut :
1. Substrat,
Respirasi sangat berterkaitan dengan ketersediaan substrat terutama dalam
bentuk karbohidrat (glukosa, lemak). Pada tumbuhan yang persediaan
karbohidratnya sangat rendah, maka respirasi juga akan menjadi rendah.
2. Temperatur
atau juga tekanan udara, respirasi juga dipengaruhi dengan keadaan udara atau
temperature di udara. Karena tekanan udara atau temperature sangat mempengaruhi
meningkat atau menurunnya respirasi pada tumbuhan.
3. Oksigen,
karena oksigen berfungsi sebagai terminal penerimaan electron pada daur krebs,
maka bila konsentrasinya rendah respirasi aerob dan anaerob dapat berlangsung
secara bersamaan. Bila oksigen kadarnya dinaikan maka respirasi aerob akan
berjalan lebih cepat, sedang respirasi anaerob akan terhenti.
4. Umur
san tipe jaringan, umumnya respirasi pada jaringan muda lebih kuat dari
pada jaringan tua. Dan juga pada
jaringan yang berkembang respirasi lebih tinggi dari jaringan yang sudah
matang. Karena respirasi merupakan penghasil energy untuk pertumbuhan dan
aktivitas dalam sel.
5. Kadar
garam anorganik dalam medium, respirasi akan menunjukan kenaikan dalam
akivitasnya apabila jaringan atau tumbuhan yang dipindahkan dari air ke larutan
garam.
Macam
macam substrat dalam respirasi, adalah sebagai berikut :
1. Karbohidrat,
yang merupakan substrat respirasi utama yang terdapat dalam sel tumbuhan tinggi.
2. Beberapa
jenis gula seperti Glukosa, fruktosa, dan sukrosa
3. Pati
4. Lipid
5. Asam-asam
Organik
6. Protein
Tahapan tahapan
dalam respirasi, tahap yang pertama dala respirasi adalah glikolisis yaitu
tahapan pengubahan glukosa menjadi dua molekul dari asam piruvat (C3),
peristiwa ini berlangsung dalam sitosol. Asam piruvat selanjutnya akan diproses
dalam tahap dekarboksilasi oksidatif. Di dalam tahap dekarboksilasi oksidatif,
yaitu pengubahan asam piruvat (C3) menjadi asetil KoA (C2) dengan melepaskan
CO2. Tahapan selanjutnya adalah tahapan daur krebs yang terjadi di dalam
matriks dan membrane dalam mitokondria, yaitu tahapan pengolahan asetil KoA
dengan senyawa asam sitrat sebagai snenyawa pertama kali terbentuk. Yang
nantinya akan dihasilkan dalam bentuk ATP sebagai energy. Tahapan yang terakhir
yaitu tahap transfer electron. Di dalam proses ini terjadi dalam membrane dalam
mitokondria. Nantinya dalam tahapan transfer electron ini akan menghasilkan
H2O.
Berdasarkan
praktikum yang dilakukan, diperoleh hasil bahwa pada perlakuan imbibisi kedelai
dan kecambah kedelai menghasilkan penyerapan oksigen yang berbeda dan
megeluarkan gas karbon dioksida yang sama. Pada imibibisi kedelai didapatkan
oksigen 0,182
dan kecambah kedelai 0.324
sedangkan gas karbon dioksida yang dikeluarkan didapatkan pada imbibisi kedelai
165dan kecambah kedelai menghasilkan 182.82. oksigen yang rendah
akan mengurangi daya respirasi. Sedangkan oksigen yang maksimum akan
mempercepat daya respirasi itu sendiri. Respirasi
dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu ketersediaan substrat, ketersediaan
oksigen, suhu, serta jenis dan umur tumbuhan. Dalam ketersediaan subtrat
respirasi lebih cepat terjadi setelah matahari tenggelam, saat matahari terbit.
Proses respirasi terjadi lebih cepat pada bagian daun yang terkena sinar
matahari bila di bandingkan dengan bagian bawah daun. Dalam ketersediaan
Oksigen, kandungan oksigen pada akar, batang, dan daun berbeda-beda. Jumlah
oksigen yang rendah akan mengurangi kecepatan respirasi. Dalan suhu, difusi
oksigen dan karbon dioksida akan semakin meningkat seiring dengan meningkatnya
suhu lingkungan (Deswaty, 2007).
BAB 5. KESIMPULAN DAN SARAN
5.1
Kesimpulan
Pada praktikum
dengan acara respirasi dalam tumbuhan dapat disimpulkan bahwa Respirasi
merupakan proses pertukaran gas O2 dan CO2 atau sering disebut dengan proses
pernafasan. Respirasi menggunakan bahan kimia yang terdapat didalam karbohidrat
yang nantinya akan di gunakan sebagai proses metabolisme dalam tubuh tumbuhan.
Atau juga dapat diartikan pemecahan senyawa berenergi yang sangat tinggi untuk
digunakan dalam tubuh tumbuhan sebagai proses metabolisme atau untuk
menjalankan fungsi hidup dalam tubuh tumbuhan. Dan juga respirasi melewati
tahapan tahapan seperti glikolisis, dekarboksilasi oksidatif, daur krebs, dan transfer
electron.
5.2
Saran
Pada
praktikum dengan acara respirasi ini, sebaiknya praktikan harus lebih
berhati-hati dengan alat-alat laboraturium saat digunakan, dan praktikan harus
lebih teliti terhadap melakukan percobaan dan pada saat menentukan hasil.
DAFTAR PUSTAKA
Furqonita D. 2007. Seri Ipa Biologi
2. Jakarta: Quadra.
Hasbullah, R. 2008.
“Teknik Pengukuran Laju Respirasi Produk Hortikultura Pada Kondisi atmosfir
Terkendali”. Keteknikan Pertanian, 22(1):
63-68.
Kadaryant, dkk. 2006. Biologi 1. Jakarta:
Yudhistira.
Lestari G, dkk. 2008. “Pertumbuhan, Kandungan Klorofil,
dan Laju Respirasi Tanaman Garut (Maranta arundinacea L.) Setelah Pemberian
Asam Gigerelat”. Bioteknologi. 5 (1):
1-9.
Maryani, A T dan Yunianti, R. 2010. “Karakterisasi
dan Hubungan Kekerabatan Beberapa Genotipe Cabai (Capsicum annuum L.)”. Teknobiologi, 1(2): 1-10.
Mulihadihardja S, dkk. 2008.
“Isolasi dan Identifikasi Bakteri Penambat Nitrogen Non Simbiosios Dari Dalam
Tanah”. Penelitian dan Pengembangan Sains
& Humaniora, 2(1): 68-80.
Saktiyono. 2006. IPA Biologi 1.
Jakarta: Erlangga.
Santoso B, dkk. 2012. “Pengaruh Jarak Tanam Dan Dosis Pupuk NPK Majemuk
Terhadap Pertumbuhan, Produksi Bunga, Dan Analisis Usaha Tani Rosela Merah”. Littri, 18(1): 17-23.
Wahono, dkk. 2009. Siap
Menghadapi Ujian Nasional 2010. Jakarta: Aufca.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar